Kembali

Penerapan Inovasi TUNAS di Lahan Sawah di Desa Bligo

Bligo – Inovasi TUNAS (Teknologi Unik Mesin Alat Matun Sistematis) mulai diterapkan secara langsung di lahan pertanian milik Bapak Ibnu, salah satu petani di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar. Penerapan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung efisiensi dan modernisasi pertanian berbasis teknologi tepat guna di wilayah pedesaan. Alat TUNAS yang merupakan hasil modifikasi dari mesin pemotong rumput, dirancang untuk membantu proses penyiangan gulma (matun) di sawah agar lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Dalam penerapannya, alat ini terbukti mampu mempercepat pekerjaan matun tanpa merusak tanaman padi, sehingga petani dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

“Biasanya kalau mencabuti rumput butuh waktu berhari-hari dan harus mengupah orang. Sekarang lebih cepat, hasilnya bersih, dan bisa saya kerjakan sendiri,” ujar pak Ibnu

Penerapan TUNAS di Desa Bligo ini juga menjadi contoh dan inspirasi bagi petani lainnya untuk mulai memanfaatkan inovasi lokal yang sederhana namun berdampak besar. Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan alat ini juga mengurangi ketergantungan pada herbisida kimia, sehingga lebih ramah bagi lingkungan sekitar. Diharapkan, inovasi TUNAS ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di desa-desa lain, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan.

Butuh alat atau jasa matun padi dengan mesin TUNAS? Praktis, efisien, dan cocok untuk berbagai jenis lahan!

Hubungi Bpk. Ibnu – Dsn Jetis Desa Bligo