Selama tiga hari di bulan April 2026, suasana di Kecamatan Ngluwar terasa berbeda. Pendopo dan ruang-ruang pertemuan dipenuhi semangat para pengurus TP PKK yang datang bukan sekadar untuk hadir, tetapi untuk belajar, berkembang, dan membawa pulang bekal nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Hari pertama, Kamis 16 April 2026, dibuka dengan kegiatan sosialisasi bertema Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Berbicara di Depan Umum. Bersama narasumber Budi Supriyanto, S.S., M.M., Hibatun Wagfiroh, S.Ag., M.Ag., dan Eka Patria Darmawan Wijaya, para peserta diajak memahami bahwa keberanian berbicara bukanlah bakat semata, melainkan keterampilan yang bisa dilatih. Tawa, praktik langsung, hingga keberanian tampil di depan peserta lain menjadi warna tersendiri di hari itu. Perlahan, rasa ragu berubah menjadi percaya diri.
Memasuki hari kedua, Selasa 28 April 2026, kegiatan berlanjut dengan tema Membangun Kemandirian TP PKK melalui Pelatihan Budidaya Jamur. Hadir sebagai narasumber dari DPR, M. Fahrudin bersama Teguh Wiharso serta Owner Wedus Njedir, Panut dan Nur Aisah, memberikan wawasan sekaligus motivasi bahwa potensi ekonomi bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar rumah. Tidak hanya teori, peserta langsung praktik budidaya jamur, mulai dari pengenalan media hingga proses perawatan. Bahkan, mereka juga diajak melihat bagaimana hasil panen dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik jamur. Kegiatan ini terasa sangat membumi, karena ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan.
Hari ketiga, Kamis 30 April 2026, menjadi penutup yang tak kalah menarik. Dengan tema Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Pelatihan Pembuatan Abon Berbahan Baku Ikan Lele, kegiatan ini menghadirkan kembali M. Fahrudin bersama Eko Prasetyo, S.E., serta Fajarini Dian A dari Poklahsar Cipta Mina Boga. Suasana semakin hidup ketika peserta terlibat langsung dalam proses pengolahan abon lele, dari awal hingga siap konsumsi. Aroma masakan yang menggugah selera menjadi bukti nyata bahwa keterampilan ini memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Di akhir kegiatan, peserta tidak hanya mencicipi hasil olahan, tetapi juga membawa pulang hasil praktik sebagai pengalaman belajar yang benar-benar aplikatif.
Rangkaian tiga hari ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses tumbuh bersama. Dari belajar berbicara, mencoba budidaya, hingga mengolah hasil menjadi produk bernilai ekonomi—semuanya menjadi langkah kecil menuju keluarga yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.
https://www.instagram.com/p/DX8uYUmk3L-/?img_index=1
https://youtube.com/shorts/7kho0DUJqmg
